6 Juni 2026
macam-macam-abortus-pengertian-jenis-dan-penanganannya-901

Abortus atau keguguran adalah kondisi hilangnya janin sebelum masa kehamilan mencapai 20 minggu. Meski topiknya terasa berat, penting untuk memahami macam-macam abortus agar kita bisa lebih peduli dan siap menghadapi jika hal ini terjadi. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian abortus secara umum, jenis-jenis abortus, penyebab, serta penanganannya secara santai dan mudah dimengerti. Portal berita olahraga

Apa Itu Abortus?

Abortus berasal dari bahasa Latin yang berarti “keluar sebelum waktunya”. Dalam dunia medis, abortus berarti keguguran atau hilangnya kehamilan secara spontan sebelum janin dapat bertahan hidup di luar rahim, biasanya sebelum usia kehamilan 20 minggu.

Keguguran merupakan hal yang cukup umum terjadi, bahkan sekitar 10-20% kehamilan yang terdeteksi berakhir dengan abortus. Hal ini bisa sangat menyakitkan secara fisik dan emosional, sehingga memahami macam-macam abortus bisa membantu kita lebih waspada dan siap jika mengalaminya.

Macam-macam Abortus dan Penjelasannya

Secara umum, abortus dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisi dan proses terjadinya keguguran. Berikut ini macam-macam abortus yang perlu kamu ketahui:

1. Abortus Imminens (Abortus Threatened)

Abortus imminens adalah kondisi dimana seorang ibu hamil mengalami perdarahan ringan atau flek namun serviks masih tertutup dan janin masih hidup dalam kandungan. Artinya, keguguran mungkin akan terjadi tapi belum pasti.

Gejala yang umum adalah munculnya bercak darah, kram ringan di perut, dan keputihan. Jika mendapatkan penanganan yang tepat serta istirahat cukup, janin dapat bertahan dan kelahiran normal kemungkinan tetap bisa terjadi.

2. Abortus Inevitabilis (Abortus Tak Terelakkan)

Pada abortus inevitabilis, perdarahan lebih banyak disertai rasa nyeri yang cukup hebat dan serviks mulai membuka. Ini menandakan keguguran hampir pasti terjadi dan tidak bisa dicegah lagi.

Biasanya janin belum keluar seluruhnya, sehingga butuh pemeriksaan dokter untuk memastikan apakah janin sudah keluar sepenuhnya atau masih perlu tindakan medis.

3. Abortus Inkompletus (Abortus Tidak Lengkap)

Abortus inkompletus terjadi ketika janin sudah mulai keluar dari rahim tapi tidak seluruhnya. Sisa jaringan atau plasenta masih menempel dalam rahim dan bisa menyebabkan perdarahan hebat serta infeksi.

Biasanya perlu tindakan medis seperti kuretase untuk membersihkan sisa jaringan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

4. Abortus Kompletus (Abortus Lengkap)

Abortus kompletus adalah keguguran dimana janin dan semua jaringan kehamilan sudah keluar sepenuhnya dari rahim. Setelah itu, perdarahan cenderung berkurang dan ibu bisa pulih dengan cepat.

Ini adalah jenis abortus yang kurang berisiko dibandingkan abortus inkompletus karena rahim sudah bersih dari jaringan kehamilan.

5. Abortus Missed (Abortus Tersembunyi)

Abortus missed adalah kondisi di mana janin telah berhenti berkembang atau telah meninggal dalam rahim tapi tidak keluar atau belum disadari oleh ibu karena tidak ada perdarahan atau rasa sakit yang berarti.

Biasanya hanya diketahui saat pemeriksaan USG. Pada kasus ini, janin dan jaringan kehamilan perlu diangkat karena tidak dikeluarkan secara spontan, agar tidak terjadi infeksi.

6. Abortus Habitualis (Keguguran Berulang)

Abortus habitualis didefinisikan sebagai keguguran yang terjadi sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut. Ini biasanya disebabkan oleh masalah genetika, hormonal, atau kelainan anatomi rahim.

Wanita dengan riwayat abortus habitualis perlu mendapatkan penanganan medis lebih intensif agar kehamilan selanjutnya bisa berlangsung dengan baik.

Penyebab Abortus yang Sering Terjadi

Abortus bisa terjadi karena banyak alasan, dan sebagian besar terjadi secara alami tanpa kesalahan dari ibu. Berikut adalah beberapa penyebab abortus yang umum:

  • Kelainan kromosom: Janin mungkin memiliki kelainan genetik sehingga tidak bisa berkembang dengan sempurna.
  • Masalah hormonal: Kekurangan hormon progesteron dapat menyebabkan kehamilan tidak stabil.
  • Infeksi: Infeksi virus atau bakteri dapat menyebabkan keguguran.
  • Kelainan anatomi rahim: Misalnya rahim berlubang, septum, atau miom yang mengganggu tumbuh kembang janin.
  • Gaya hidup tidak sehat: Merokok, konsumsi alkohol, dan stres berat berpotensi meningkatkan risiko abortus.
  • Penyakit kronis: Penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid juga dapat memengaruhi kehamilan.

Bagaimana Penanganan Abortus?

Penanganan abortus bergantung pada jenis dan kondisi ibu. Berikut beberapa langkah penanganan yang biasanya dilakukan:

Perawatan Medis

Untuk abortus imminens, dokter biasanya menyarankan istirahat total dan obat untuk menenangkan rahim. Jika terjadi abortus inkompletus atau missed, tindakan kuretase atau penggunaan obat untuk mempercepat pengeluaran jaringan kehamilan diperlukan.

Peran Psikologis

Keguguran bisa menimbulkan tekanan psikologis yang berat bagi ibu dan pasangan. Konseling dan dukungan emosional sangat penting untuk membantu mengatasi kesedihan dan trauma.

Upaya Pencegahan

Menghindari faktor risiko seperti merokok, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, serta rutin melakukan kontrol kehamilan dapat mengurangi risiko abortus. Jika memiliki masalah medis, konsultasikan dengan dokter agar kondisinya terkelola dengan baik selama kehamilan.

Kesimpulan

Abortus memang topik yang sulit, tetapi memahami macam-macam abortus serta penyebab dan penanganannya penting agar kita bisa lebih siap dan peka. Keguguran bukan berarti akhir dari segalanya—banyak wanita tetap dapat hamil dan melahirkan dengan sehat setelah mengalami abortus.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami tanda-tanda keguguran, segera konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat dan dukungan yang dibutuhkan.

FAQ Seputar Macam-macam Abortus

Apa bedanya abortus inkompletus dan abortus kompletus?

Abortus inkompletus terjadi ketika janin dan jaringan kehamilan tidak keluar seluruhnya sehingga membutuhkan tindakan medis, sedangkan abortus kompletus terjadi ketika janin dan semua jaringan telah keluar sepenuhnya dan rahim sudah bersih.

Bisakah abortus imminens dicegah?

Abortus imminens masih bisa dicegah dengan perawatan yang tepat, seperti istirahat cukup, menghindari aktivitas berat, dan pengawasan dokter secara rutin.

Apakah abortus selalu berhubungan dengan gaya hidup buruk?

Tidak selalu. Banyak abortus yang disebabkan oleh faktor genetik atau masalah medis yang tidak ada hubungannya dengan gaya hidup. Namun, gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi risiko keguguran.

Bagaimana cara mengetahui jika mengalami abortus missed?

Abortus missed biasanya tidak menimbulkan gejala seperti perdarahan atau nyeri. Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan USG yang menunjukkan janin berhenti berkembang atau sudah meninggal dalam rahim.

Apakah setelah mengalami abortus bisa hamil kembali?

Bisa. Banyak wanita yang bisa hamil dan melahirkan dengan sehat setelah mengalami abortus, asalkan mendapat perawatan dan pengawasan medis yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *